
Suatu ketika seorang anak laki2 yg bersifat pemarah, ayahnya berusaha keras utk membuang sifat buruk anaknya. Suatu hari ayah memanggil anaknya & memberinya sekantong paku.
Paku ? ya paku….sang anak heran. Tapi bibir sang ayah membentuk senyum bijak. Dengan suaranya yg lembut, ia berkata kpd anaknya agar memakukan sebuah paku dip pagar belakang rumah setiap kali marah.
Dihari pertama, sang anak menancapkan 48 paku, begitu juga hari kedua, ketiga dan bbrpa hari berikutnya. Tapi tak berlangsung lama, setelah itu jumlah paku yg tertancap mulai berkurang secara bertahap. Ia menemukan fakta lebih mudah menahan amarahnya dari pada menancapkan paku dip pagar belakang.
Akhirnya, kesadaran itu membuahkan hasil, si anak sudah dapat mengendalikan amarahnya. Ia bergegas memberitahukan hal itu kepada ayahnya. Sang ayah tersenyum, kemudian meminta sang anak agar mencabut paku setiap hari diamana sang anak tidak marah.
Hari berlalu dan akhirnya sang anak berhasil mencabut paku yg pernah ditancapnya. Ia segera melaporkan kabar gembira kepada sang ayah. Sang ayah pun bangkit dari duduknya dan menuntun sang anak ke pagar di belakang rumah.
”Hmmm….kamu telah berhasil anakku.” Tapi lihat lubang2 di pagar ini….
Pagar ini tak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya, kata sang ayah bijak.
”Ketika kamu melontarkan sesuatu dgn amarah, kata2mu dan tindakanmu akan meninggalkan bekas seperti lubang ini di hati orang lain. Kamu dpt menusukkan pisau kpd seseorang, lalu mencabut pisau itu, tapi tidak peduli berapa kali kamu meminta maaf ? luka itu akan tetap ada, ucap sang ayah lebut namun sarat.
Sang anak membalas dgn tatapan lembut ayahnya dgn mata berkaca2. Pelajaran yg diberikan ayahnya begitu tajam menghujam direlung hatinya.
Brotherku sekalian, saling memaafkan mungkin bisa mengobati banyak hal, tapi akan sirna maknanya saat kita mengulangi kesalahan serupa. Padahal lubang bekas cabutan paku yg sebelumnya masih menganga, jadi berhati2 lah dan semoga Allah melembutkan hati kita dan menghiasinya dgn sifat sabar tanpa tapi, amin.
1 Comment(s)
Comments RSS TrackBack Identifier URI
Leave a comment













asalm’ualikum wrb wah hebat benr kata2ya..terimaksih banyak atas nasehat yg mantap