• Top Clicks

  • “TUHAN SEMBILAN SENTI”


    Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok, tapi
    tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok.

    Di sawah petani merokok,
    di pabrik pekerja merokok,
    di kantor pegawai merokok,
    di kabinet menteri merokok,
    di reses parlemen anggota DPR merokok,
    di Mahkamah
    Agung yang bergaun toga merokok,
    hansip-bintara- perwira nongkrong merokok,
    di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
    di perahu nelayan penjaring ikan
    merokok,
    di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
    di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok.

    Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu- na’im sangat
    ramah bagi perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi
    orang yang tak merokok.
    Read More…

    Memperingati 80 th’ Soempah Pemoeda

    Soempah Pemoeda
    Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Bertoempah Darah Jang Satoe, Tanah Indonesia.
    Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Berbangsa Jang Satoe, Bangsa Indonesia.
    Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mendjoendjoeng Bahasa Persatoean, Bahasa Indonesia.

    Kongres Pemuda II

    Gagasan penyelenggaraan Kongres Pemuda Kedua berasal dari Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), sebuah organisasi pemuda yang beranggota pelajar dari seluruh Indonesia. Atas inisiatif PPPI, kongres dilaksanakan di tiga gedung yang berbeda dan dibagi dalam tiga kali rapat.
    Rapat pertama, Sabtu, 27 Oktober 1928, di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Lapangan Banteng. Dalam sambutannya, ketua PPI Soegondo (lihat Sugondo Djojopuspito) berharap kongres ini dapat memperkuat semangat persatuan dalam sanubari para pemuda. Acara dilanjutkan dengan uraian Moehammad Yamin tentang arti dan hubungan persatuan dengan pemuda. Menurutnya, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan
    Rapat kedua, Minggu, 28 Oktober 1928, di Gedung Oost-Java Bioscoop, membahas masalah pendidikan. Kedua pembicara, Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro, berpendapat bahwa anak harus mendapat pendidikan kebangsaan, harus pula ada keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah. Anak juga harus dididik secara demokratis.
    Pada sesi berikutnya, Soenario menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan kepanduan. Sedangkan Ramelan mengemukakan, gerakan kepanduan tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nasional. Gerakan kepanduan sejak dini mendidik anak-anak disiplin dan mandiri, hal-hal yang dibutuhkan dalam perjuangan.
    Sebelum kongres ditutup diperdengarkan lagu “Indonesia Raya” karya Wage Rudolf Supratman yang dimainkan dengan biola (dimainkan dengan biola saja atas saran Sugondo kepada Supratman, lihat juga Sugondo Djojopuspito). Lagu tersebut disambut dengan sangat meriah oleh peserta kongres. Kongres ditutup dengan mengumumkan rumusan hasil kongres. Oleh para pemuda yang hadir, rumusan itu diucapkan sebagai Sumpah Setia
    Demikian isi dari Soempah Pemoeda yang merupakan sumpah setia hasil dari rumusan Kerapatan Pemoeda-Pemoedi Indonesia atau dikenal dengan Kongres Pemuda II, dibacakan pada 28 Oktober 1928. Tanggal ini kemudian diperingati sebagai “Hari Sumpah Pemuda”.

    * dikutip dari wikipedia

    Read More…

    Sekuntum “Cinta” Pengantin Syurga

    dakwatuna.com - “Cinta itu mensucikan akal, mengenyahkan kekhawatiran, memunculkan keberanian, mendorong berpenampilan rapi, membangkitkan selera makan, menjaga akhlak mulia, membangkitkan semangat, mengenakan wewangian, memperhatikan pergaulan yang baik, serta menjaga adab dan kepribadian. Tapi cinta juga merupakan ujian bagi orang-orang yang shaleh dan cobaan bagi ahli ibadah,” Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam bukunya Raudah Al-Muhibbin wa [...]

    Read More…

    Paku

     

     

    Suatu ketika seorang anak laki2 yg bersifat pemarah, ayahnya berusaha keras utk membuang sifat buruk anaknya. Suatu hari ayah memanggil anaknya & memberinya sekantong paku.

    Paku ? ya paku….sang anak heran. Tapi bibir sang ayah membentuk senyum bijak. Dengan suaranya yg lembut, ia berkata kpd anaknya agar memakukan sebuah paku dip pagar belakang rumah setiap kali marah.
    Read More…

    Ketika Harus Jatuh Cinta, Catatan Kecil untuk Para Aktivis Dakwah Sejati

     

    Ketika Aktivis Harus Jatuh Cinta  Oleh : Alifa El-Khansa  

    Ketika Harus Jatuh Cinta, Catatan Kecil untuk Para Aktivis Dakwah Sejati 

    Dakwah bagaikan cahaya yang terpantul dari kedalaman senyawa dalam dada. 
    Cahayanya terpantul karena banyaknya kaca hati yang terserak, menyertai segenap duka yang terpupuk atas nama surga. Semakin banyak kaca hati yang terserak mampu melunturkan waktu yang kian menipis di kisi-kisi senja. Berharap cepat kembali demi sebuah cinta.

    Bagi seorang aktivis, dakwah merupakan sebuah jalan panjang menuju surga-Nya yang penuh onak dan duri. Tidak akan disebut berdakwah ketika seorang aktivis tidak menemui cobaan dalam berdakwah. Karena memang cobaan adalah bagian dari dakwah itu sendiri dan Allah akan selalu menguji kesungguhan hati orang-orang yang telah berani mengatakan bahwa mereka beriman.
    Read More…

    Iedul Fitri 1429 H


    رَبَّنَا إِنَّكَ مَن تُدْخِلِ النَّارَ فَقَدْ أَخْزَيْتَهُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ

    رَّبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلإِيمَانِ أَنْ آمِنُواْ بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الأبْرَارِ

    رَبَّنَا وَآتِنَا مَا وَعَدتَّنَا عَلَى رُسُلِكَ وَلاَ تُخْزِنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّكَ لاَ تُخْلِفُ الْمِيعَادَ

    “Ya Tuhan kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun. Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman (yaitu): “Berimanlah kamu kepada Tuhan-mu”, maka kamipun beriman. Ya Tuhan kami ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang berbakti. Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji.” (QS 3:192-194)

    Waktu mengalir bagaikan air…
    Bulan Ramadhan kan segera berakhir…

    Sucikan diri dan hati…
    Hilangkan dendam,,iri, ,dan dengki…
    Rangkailah tali perdamaian selalu saat ini dan nanti…
    Demi meraih Ridho ILLAHI…

    Zulfikar weblog & keluarga mengucapkan :

    Mohon Maaf Lahir dan Batin…
    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H…

    Semoga segala amal perbuatan dan doa kita semua diterima ALLAH Subhaana Wa Ta’aala…
    Amiiin… Amiiin…Yaa Robbal ‘alamiiin…

    Antara Al-quran Dan Sang Jendral Adolf Roberto

    Suatu sore, ditahun 1525. Penjara tempat tahanan orang-orang di situ 
    terasa hening mencengkam. Jendral Adolf Roberto, pemimpin penjara yang 
    terkenal bengis,tengah memeriksa setiap kamar tahanan.

    Setiap sipir penjara membungkukkan badannya rendah-rendah ketika ‘algojo 
    penjara’ itu berlalu dihadapan mereka. Karena kalau tidak, sepatu 
    ‘jenggel’ milik tuan Roberto yang fanatik Kristen itu akan mendarat di 
    wajah mereka.

    Roberto marah besar ketika dari sebuah kamar tahanan terdengar seseorang 
    mengumandangkan suara-suara yang amat ia benci.

    ” Hai…hentikan suara jelekmu! Hentikan…!” Teriak Roberto 
    sekeras-kerasnya sembari membelalakan mata.

    Namun apa yang terjadi ? Laki-laki di kamar tahanan tadi tetap saja 
    bersenandung dengan khusyu’nya. Roberto bertambah berang. Algojo penjara 
    itu menghampiri kamar tahanan yang lasnya tak lebih sekadar cukup untuk 
    satu orang.

    Read More…

    Kisah Zulebid

    Sebagai seorang pengantin, wanita lebih cantik dibanding seorang gadis.
    Sebagai seorang ibu, wanita lebih cantik dibanding seorang pengantin.
    Sebagai istri dan ibu, ia adalah kata-kata terindah di semua musim. dan dia tumbuh menjadi lebih cantik bertahun-tahun kemudian…

    Read More…

    ngabuburit…

    Sore itu tanpa direncanakan aku pergi ngabuburit sambil bersilaturrahim ke tempat teman.
    “Apakabar Bro.. dah lama nih kita gak ketemu” wajahnya nampak sekali sumringah, semenjak bulan ramadhan aku dan harry jarang main atau ketemuan bareng temen2 di komunitas TC125 dan anak2 Thukul (thunder kuliner).

    Seperti biasa kita ngobrol macem, dari mulai soal motor sampe soal kuliner bareng Thukul…
    memang asyik sampai gak sadar kalo saat itu sudah menjelang maghrib.
    spontanitas aku pamit sambil mengajak untuk ikut I’tikaf malam nanti, walau tadinya agak sungkan untuk mengajaknya… maklum anak gaul apalagi sering menyebut dirinya begundal ;D, di kebanyakan anak muda banyak yang kurang berminat jika diajak ke masjid.

    Tanpa kusangka ternyata dengan bersemangat dia mengiyakan ajakanku, Alhamdulillah puji syukur kehadirat-Mu ya Rabb.
    ” wah boleh tuh mas.. dah lama kepengen belajar, nah mumpung ada yang ngajakin kenapa nggak…!!” sambutan yang lumayan bersemangat fikirku.
    ” ok kalo gitu nanti malam dijemput… kita i’tikaf di masjid harapan jaya” ujarku.
    “assalamu’alaikum bro… “, sambil kunyalakan motor thunder ku.
    Sepanjang perjalanan ku, terlintas dalam renunganku rasa masih tidak percaya… hehehe
    semuanya karena kehendak Allah SWT, segala sesuatu baik yang direncanakan oleh kita atau tidak mungkin saja akan terjadi tanpa kita sadari, Allohu ‘Azza wajalla.

    “Ya Allah puji syukur ku sembahkan atas segala kesempatan yang engkau berikan semoga kudapatkan kekuatan”
    “Ya Allah ringankanlah segala langkah ku, ku ingin selalu Taqorrub kepada-Mu semoga kudapatkan Lailatul Qadr-Mu”
    اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى
    “Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia yang menyukai permintaan maaf, maafkanlah aku).” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani. Lihat Ash Shohihah)

    Mari mengenal I’tikaf

    Segala puji bagi Allah atas berbagai macam nikmat yang Allah berikan. Shalawat dan salam atas suri tauladan kita Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada keluarganya dan para pengikutnya.
    Sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan adalah waktu untuk meningkatkan amal ibadah. Karena di sepuluh malam terakhir, terdapat Lailatul Qadr, suatu malam di mana jika seseorang beribadah di malam itu, nilainya lebih baik dari ibadah seribu bulan. Salah satu ibadah yang dianjurkan adalah i’tikaf.
    “Bahwa Rasulullah beri’tikaf pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan hingga beliau wafat” (HR Bukhari)
    Sebagaimana istri beliau -Ummul Mu’minin Aisyah radhiyallahu ‘anha- berkata,

    كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَجْتَهِدُ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مَا لاَ يَجْتَهِدُ فِى غَيْرِهِ.

    “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, melebihi kesungguhan beliau di waktu yang lainnya.” (HR. Muslim)

    Read More…