• Top Clicks

  • Cinta Laki-laki Biasa

    Karya Asma Nadia dari kumpulan cerpen Cinta Laki-laki Biasa
    —————————————————–

    MENJELANG hari H, Nania masih saja sulit mengungkapkan alasan kenapa dia mau menikah dengan lelaki itu. Baru setelah menengok ke belakang, hari-hari yang dilalui, gadis cantik itu sadar, keheranan yang terjadi bukan semata miliknya, melainkan menjadi milik banyak orang; Papa dan Mama, kakak-kakak, tetangga, dan teman-teman Nania. Mereka ternyata sama herannya.

    “Kenapa?” tanya mereka di hari Nania mengantarkan surat undangan.

    Saat itu teman-teman baik Nania sedang duduk di kantin menikmati hari-hari sidang yang baru saja berlalu. Suasana sore di kampus sepi. Berpasang-pasang mata tertuju pada gadis itu.
    Continue reading

    Indonesian WIMAX

    http://tekno.kompas.com/read/xml/2009/02/03/20105431/asal.murah.layanan.wimax.jadi.pilihan
    WiMax

    BANDUNG, SELASA—Teknologi komunikasi data nirkabel berpita lebar (broadband wireless access) menggunakan Wimax bisa menjadi solusi layanan internet murah berkualitas. Hal ini ikut ditentukan kesiapan pelaku lokal, baik vendor maupun operator.

    Ketua Lembaga Riset Sharing Vision Dimitri Mahayana mengatakan, tertundanya pemberlakuan Wimax di Indonesia saat ini sengaja dilakukan untuk memberi kesempatan pemain lokal mempersiapkan diri. Tantangan terberat, khususnya pada vendor. Semakin banyak pemain atau komponen lokal terlibat, khususnya vendor, maka makin terjangkau layanan yang dihasilkan nantinya.
    Continue reading

    Hari H Operasi Caesar

    Hari yang dinanti akhirnya datang juga… dari semalam aku gak lepas untuk tetap berdzikir, begitu pula istriku.
    Paginya ternyata si Mbak sakit terpaksa aku minta tolong mertuaku yang antar istriku ke RS, dan aku anter si mba ke klinik, khawatir dia terkena DB tapi alhamdulillah setelah cek darah ternyata negatif hanya campak kata dokter….
    Siangnya aku susul istriku ke RS, alhamdulillah sudah masuk ruang operasi.
    Puji Syukur kehadirat-Mu Yaa Allah… akhirnya jam 17.35 tanggal 20 Februari 2009 anakku yang kedua lahir.. Laki-laki dengan berat 4,504 Kg dan panjang 52 cm.

    Muhammad Royyan AsShiddiq

    Muhammad Royyan AsShiddiq


    Rasa senang, gembira, haru bercampur menjadi satu… Subahanalloh Besar sekali anakku…!!
    Continue reading

    Menunggu kelahiran adiknya dzaky

    Bulan ini rasanya bikin hati deg-degan…
    Rasanya seperti makan permen nano-nano yang rasanya campur aduk… harap cemas campur rasa bahagia menunggu kelahiran anakku yang kedua…
    menurut hasil USG alhamdulillah bayinya sehat dan Insya Allah lahir anak laki-laki… mungkin ini doa dari abangnya yg kepengen banget punya adik laki, ” abis kalau ade’nya laki-laki nanti bisa maen bola bareng sama abang…” katanya semangat banget.
    terakhir kali periksa beratnya sudah -+ 3 Kg welehhh… kayaknya bisa lebih besar dari abangnya yg lahir beratnya 4.4 Kg.
    Istriku sabar ya sayang… jangan lupa tetap berdzikir dan berdoa semoga kamu dan bayinya sehat selalu dan diberi kelancaran disaat melahirkan nanti.

    “TUHAN SEMBILAN SENTI”


    Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok, tapi
    tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok.

    Di sawah petani merokok,
    di pabrik pekerja merokok,
    di kantor pegawai merokok,
    di kabinet menteri merokok,
    di reses parlemen anggota DPR merokok,
    di Mahkamah
    Agung yang bergaun toga merokok,
    hansip-bintara- perwira nongkrong merokok,
    di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
    di perahu nelayan penjaring ikan
    merokok,
    di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
    di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok.

    Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu- na’im sangat
    ramah bagi perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi
    orang yang tak merokok.
    Continue reading

    Memperingati 80 th’ Soempah Pemoeda

    Soempah Pemoeda
    Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Bertoempah Darah Jang Satoe, Tanah Indonesia.
    Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Berbangsa Jang Satoe, Bangsa Indonesia.
    Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mendjoendjoeng Bahasa Persatoean, Bahasa Indonesia.

    Kongres Pemuda II

    Gagasan penyelenggaraan Kongres Pemuda Kedua berasal dari Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), sebuah organisasi pemuda yang beranggota pelajar dari seluruh Indonesia. Atas inisiatif PPPI, kongres dilaksanakan di tiga gedung yang berbeda dan dibagi dalam tiga kali rapat.
    Rapat pertama, Sabtu, 27 Oktober 1928, di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Lapangan Banteng. Dalam sambutannya, ketua PPI Soegondo (lihat Sugondo Djojopuspito) berharap kongres ini dapat memperkuat semangat persatuan dalam sanubari para pemuda. Acara dilanjutkan dengan uraian Moehammad Yamin tentang arti dan hubungan persatuan dengan pemuda. Menurutnya, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan
    Rapat kedua, Minggu, 28 Oktober 1928, di Gedung Oost-Java Bioscoop, membahas masalah pendidikan. Kedua pembicara, Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro, berpendapat bahwa anak harus mendapat pendidikan kebangsaan, harus pula ada keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah. Anak juga harus dididik secara demokratis.
    Pada sesi berikutnya, Soenario menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan kepanduan. Sedangkan Ramelan mengemukakan, gerakan kepanduan tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nasional. Gerakan kepanduan sejak dini mendidik anak-anak disiplin dan mandiri, hal-hal yang dibutuhkan dalam perjuangan.
    Sebelum kongres ditutup diperdengarkan lagu “Indonesia Raya” karya Wage Rudolf Supratman yang dimainkan dengan biola (dimainkan dengan biola saja atas saran Sugondo kepada Supratman, lihat juga Sugondo Djojopuspito). Lagu tersebut disambut dengan sangat meriah oleh peserta kongres. Kongres ditutup dengan mengumumkan rumusan hasil kongres. Oleh para pemuda yang hadir, rumusan itu diucapkan sebagai Sumpah Setia
    Demikian isi dari Soempah Pemoeda yang merupakan sumpah setia hasil dari rumusan Kerapatan Pemoeda-Pemoedi Indonesia atau dikenal dengan Kongres Pemuda II, dibacakan pada 28 Oktober 1928. Tanggal ini kemudian diperingati sebagai “Hari Sumpah Pemuda”.

    * dikutip dari wikipedia

    Continue reading

    Sekuntum “Cinta” Pengantin Syurga

    dakwatuna.com – “Cinta itu mensucikan akal, mengenyahkan kekhawatiran, memunculkan keberanian, mendorong berpenampilan rapi, membangkitkan selera makan, menjaga akhlak mulia, membangkitkan semangat, mengenakan wewangian, memperhatikan pergaulan yang baik, serta menjaga adab dan kepribadian. Tapi cinta juga merupakan ujian bagi orang-orang yang shaleh dan cobaan bagi ahli ibadah,” Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam bukunya Raudah Al-Muhibbin wa […]

    Continue reading