• Top Clicks

  • ngabuburit…

    Sore itu tanpa direncanakan aku pergi ngabuburit sambil bersilaturrahim ke tempat teman.
    “Apakabar Bro.. dah lama nih kita gak ketemu” wajahnya nampak sekali sumringah, semenjak bulan ramadhan aku dan harry jarang main atau ketemuan bareng temen2 di komunitas TC125 dan anak2 Thukul (thunder kuliner).

    Seperti biasa kita ngobrol macem, dari mulai soal motor sampe soal kuliner bareng Thukul…
    memang asyik sampai gak sadar kalo saat itu sudah menjelang maghrib.
    spontanitas aku pamit sambil mengajak untuk ikut I’tikaf malam nanti, walau tadinya agak sungkan untuk mengajaknya… maklum anak gaul apalagi sering menyebut dirinya begundal ;D, di kebanyakan anak muda banyak yang kurang berminat jika diajak ke masjid.

    Tanpa kusangka ternyata dengan bersemangat dia mengiyakan ajakanku, Alhamdulillah puji syukur kehadirat-Mu ya Rabb.
    ” wah boleh tuh mas.. dah lama kepengen belajar, nah mumpung ada yang ngajakin kenapa nggak…!!” sambutan yang lumayan bersemangat fikirku.
    ” ok kalo gitu nanti malam dijemput… kita i’tikaf di masjid harapan jaya” ujarku.
    “assalamu’alaikum bro… “, sambil kunyalakan motor thunder ku.
    Sepanjang perjalanan ku, terlintas dalam renunganku rasa masih tidak percaya… hehehe
    semuanya karena kehendak Allah SWT, segala sesuatu baik yang direncanakan oleh kita atau tidak mungkin saja akan terjadi tanpa kita sadari, Allohu ‘Azza wajalla.

    “Ya Allah puji syukur ku sembahkan atas segala kesempatan yang engkau berikan semoga kudapatkan kekuatan”
    “Ya Allah ringankanlah segala langkah ku, ku ingin selalu Taqorrub kepada-Mu semoga kudapatkan Lailatul Qadr-Mu”
    اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى
    “Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia yang menyukai permintaan maaf, maafkanlah aku).” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani. Lihat Ash Shohihah)

    Advertisements

    Mari mengenal I’tikaf

    Segala puji bagi Allah atas berbagai macam nikmat yang Allah berikan. Shalawat dan salam atas suri tauladan kita Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada keluarganya dan para pengikutnya.
    Sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan adalah waktu untuk meningkatkan amal ibadah. Karena di sepuluh malam terakhir, terdapat Lailatul Qadr, suatu malam di mana jika seseorang beribadah di malam itu, nilainya lebih baik dari ibadah seribu bulan. Salah satu ibadah yang dianjurkan adalah i’tikaf.
    “Bahwa Rasulullah beri’tikaf pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan hingga beliau wafat” (HR Bukhari)
    Sebagaimana istri beliau -Ummul Mu’minin Aisyah radhiyallahu ‘anha- berkata,

    كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَجْتَهِدُ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مَا لاَ يَجْتَهِدُ فِى غَيْرِهِ.

    “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, melebihi kesungguhan beliau di waktu yang lainnya.” (HR. Muslim)

    Continue reading